Rabu, 01 November 2017

Registrasi Ulang Sim Card Hoax, Baca Ini Dulu

Registrasi ulang sim card hoax - Menjelang akhir bulan Oktober, para pengguna handphone yang memiliki sim card, harus registrasi ulang sim card tersebut jika tidak ingin kartu nya terblokir. Hal ini sesuai dengan beredar nya sms dari provider kartu seluler, yang mengharuskan pengguna untuk registrasi ulang dengan menggunakan nomor kartu keluarga (KK) atau menggunakan nama ibu kandung.

Apakah berita tersebut benar atau hoax, berikut adalah penelusuran nya.

Registrasi ulang sim card

Dari berbagai sim card yang ada di Indonesia, proses registrasi harus menggunakan identitas pemilik, bisa berupa KTP, SIM, Paspor, Kartu Mahasiswa. Dan menurut berita yang berkembang di internet, setiap simcard harus di registrasi ulang agar tidak terblokir.

Registrasi ulang sim card
Berbekal ingin tahu tentang berita tersebut dan ingin upgrade kartu Telkomsel, akhirnya admin pergi ke Grapari tempat resmi kartu Telkomsel, kartu As dan kartu Halo untuk sekalian menanyakan perihal registrasi ulang kartu sim.

Masuk ke pintu dan mengambil nomor antrian sudah admin lakukan, setelah itu tinggal menungggu di panggil mba customer servisnya he..he..he. Sambil menunggu admin sempatkan untuk bertanya-tanya kepada sesama pelanggan, apakah mereka sudah registrasi ulang kartu sim. Ternyata, mereka juga belum mengetahui tentang peraturan registrasi ulang sampai akhir bulan Oktober ini. Waduh kok bisa ya, apakah berita tersebut hoax atau benar, jadi bingung sendiri.

Kesempatan bertanya akhirnya datang, ketika nomor antrian admin di panggil oleh mesin komputer dan diperjelas oleh suara mba customer servis.

CS: Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?

Admin: Siang mba, saya mau upgrade kartu Telkomsel ke 4G.

CS: Boleh pak, silahkan isi data terlebih dahulu, isi yang saya lingkari saja ya pak.

Admin: Oke, sambil bingung ngisi 3 nomor yang sering di hubungi.

CS: Sudah pak?

Admin: Sudah mba

Admin: Mba, mau tanya dong, apa benar dengan isu registrasi ulang sim card sampai akhir bulan Oktober menggunakan nomor KK?

CS: Benar pak, sekarang sim card harus di registrasi ulang menggunakan nomor KK

Admin: Sampai kapan mba dan apakah berita di medsos tentang data diri, nomor NIK dan nama ibu kandung, bisa disalahgunakan untuk hack tabungan di Bank?

CS: Kalau batas akhir sampai bulan Februari 2018 pak, bukan akhir Oktober 2017. Dan masalah berita di medsos, itu tidak benar. Pemerintah pasti menjaga segala data diri yang diberikan, terkait registrasi ulang kartu sim. Satu lagi ya pak, jika peraturan tersebut sudah aktif, satu orang hanya boleh memiliki 3 nomor dan tidak bisa sembarangan membeli nomor perdana paket internet di jalanan. Sebab, nanti tidak bisa digunakan.

Admin: Oh, begitu ya mba, ya sudah terima kasih.

CS: Sama-sama pak, kartu Telkomsel nya sudah di Upgrade ya pak.

Baca juga: Cara registrasi ulang sim card menggunakan nomor kk

Itulah perbincangan admin dengan customer servis di Grapari Telkomsel dan bisa sedikit memberi penjelasan perihal berita hoax seputar registrasi ulang sim card.

Kesimpulan

Registrasi ulang sim card, bertujuan agar pengguna sarana telekomunikasi seluler bisa dipantau penggunaan nya serta keberadaan nya dan tidak boleh digunakan untuk tujuan jahat seperti menipu, teror, mengancam dan lain sebagainya.

Walaupun data diri yang diberikan berupa nomor KK dan nama ibu kandung, keamanan terkait data diri juga pasti diperhitungkan oleh pihak Kemeninfo. Jadi, jangan takut sobat.

Berkomentarlah dengan baik,sopan dan sesuai tema, promosi dagangan dan link hidup akan dianggap spam.
EmoticonEmoticon