Kamis, 26 Oktober 2017

Peraturan Registrasi SIM Card Harus Menggunakan no KK / Nama Ibu Kandung

Peraturan registrasi sim card setiap nomor ponsel harus segera dilakukan, jika tidak ingin nomor Anda terblokir untuk selamanya. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah republik Indonesia, yang ingin membatasi nomor ponsel yang tidak jelas dan digunakan untuk kepentingan jahat.

Jadi, sekarang tidak bisa mendaftar kan nomor ponsel dengan sembarangan alias asal-asalan, karena tidak akan di respon oleh pihak server provider kartu seluler.

Peraturan registrasi sim card

Peraturan registrasi ulang sim card lama


Bagi anda yang memiliki nomor lama dan ingin tetap bisa menggunakan nya, harap lakukan registrasi ulang kartu sim anda. Sebab, menurut peraturan yang ada, akhir bulan Oktober, semua kartu yang tidak di registrasi ulang akan di blokir oleh Kemeninfo.

Bagaimana jika tidak menggunakan kartu keluarga, apakah bisa registrasi ulang sim card?

Memang, berdasarkan peraturan harus menggunakan nomor KK (Kartu Keluarga). Tapi menurut pengalaman admin, terdapat pilihan ketika registrasi nomor baru dan bisa menggunakan nama ibu kandung.

Kok tahu sih admin?

Ya jelas tahu, karena admin sudah 11 tahun memiliki counter pulsa dan pasti sudah tahu juga seluk-beluk tentang registrasi kartu sim.

Selain itu, nomor baru yang ingin didaftarkan, harus menggunakan Id Outlet tempat membeli kartu perdana. Jika tidak, ya, tidak bisa digunakan juga. Sedikit ribet bukan, tapi demi kepentingan keamanan yang lebih besar, admin rasa tidak mengapa.

Id Outlet untuk registrasi nomor sim card baru

Bagi yang belum tahu pentingnya Id Outlet untuk registrasi sim card baru, mungkin sedikit penjelasan dibawah ini bisa membantu.

Id Outlet adalah beberapa nomor pengenal sebuah Outlet/Counter pulsa yang bekerja sama dengan pihak provider kartu sim. Dengan Id Outlet, nomor baru bisa di lacak dimana saat pertama kali seseorang membeli nomor kartu perdana.

Dengan sistem Id Outlet, pihak provider dan pemilik counter pulsa ikut bersama-sama bertanggung jawab, atas setiap nomor sim card baru yang didaftarkan.

Jadi jangan coba-coba membeli nomor sim card sembarangan di pinggir jalan yang menawarkan paket internet murah dengan kuota berlimpah tapi tidak memiliki Id Outlet, pasti tidak akan bisa digunakan.

Bagaimana cara registrasi ulang sim card?

Setiap provider kartu seluler di Indonesia, memiliki satu layanan registrasi kartu sim, yaitu dengan nomor pusat pesan 4444. Jadi setiap data diri, baik berupa NIK ktp, kartu pelajar, paspor dan Surat Izin Mengemudi (SIM), akan di data dan disimpan melalui nomor 4444.

Penambahan nomor kartu keluarga (KK) untuk registrasi ulang, juga menggunakan nomor 4444 yang sama. Hanya saja format pesan sedikit berbeda dengan format pendaftaran kartu sim saat awal membeli Stater Pack (SP).

Untuk yang ingin registrasi ulang kartu sim, bisa melakukan dengan format sebagai berikut.

Cara registrasi ulang sim card
  • Buka bilah pesan sms pada ponsel
  • Ketik ULANG#NIK#nomorKK
  • Kirim ke 4444 
Cara registrasi nomor baru sim card
  • Buka bilah pesan pada ponsel
  • Ketik DAFTAR#NIK#nomorKK
  • Kirim ke 4444

Peraturan registrasi sim card
Setelah mengirim sms dengan format pesan diatas, anda tinggal menunggu sms balasan dari 4444 yang menyatakan nomor berhasil di registrasi ulang. Sebagai penanda bahwa nomor memang milik anda, nanti di sms balasan akan tertera nama pemilik.

Dengan melakukan registrasi ulang sim card, anda akan terbebas dari pemblokiran nomor yang akan mulai diberlakukan akhir bulan Oktober 2017.

Berkomentarlah dengan baik,sopan dan sesuai tema, promosi dagangan dan link hidup akan dianggap spam.
EmoticonEmoticon